.









10/11/20

Biden Melangkah Ke AS1, Trump Meradang



Mediadata- Biden diproyeksikan menang di sejumlah negara bagian yang membuatnya dapat meraih 270 suara dalam sistem Electoral College. Dengan demikian, ia punya hak untuk menjabat presiden selama empat tahun mendatang.


“Saya merasa terhormat dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Amerika Serikat kepada saya dan Wakil Presiden terpilih (Kamala) Harris. Ditengah tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya, warga AS dalam jumlah yang memecah rekor memberikan suaranya,” tulis Joe Biden melalui Twitter.


Lalu tulisnya lagi, “Dengan kampanye yang telah usai, kini waktunya untuk meletakkan kemarahan dan retorika kasar dibelakang kita dan bersatu sebagai sebuah bangsa. Kini waktunya untuk Amerika bersatu, dan untuk menyembuhkan diri,” lanjut Joe Biden tegas.


Konstitusi AS secara jelas menyatakan bahwa masa jabatan presiden berakhir "pada tengah hari, 20 Januari 2020. Adapun Donald Trump saat ini masih memiliki kewenangan sah yang dapat dia gunakan untuk menggugat hasil pemilu.


Seperti diketahui, sepanjang 244 tahun sejarah berdirinya Amerika Serikat, belum pernah ada presiden yang menolak hengkang dari Gedung Putih setelah kalah pada pemilihan umum. Peralihan kekuasaan secara tertib, sah, dan damai adalah salah satu keunggulan dalam demokrasi Amerika.


Tak terima Joe Biden diberitakan media telah menang Pilpres AS, Donald Trump: Pilpres ini belum selesai. Untuk itu  Donald Trump menyatakan dirinya menolak menerima kekalahan dari Joe Biden, tercipta situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sekaligus meresahkan masyarakat Amerika Serikat.


Menanggapi sejumlah media yang menyebutkan kemenangan Joe Biden, Donald Trump turut angkat bicara.


“Kita semua tahu mengapa Joe Biden terburu-buru untuk berpura-pura menjadi pemenang, dan mengapa sekutu-sekutu medianya dengan keras berusaha untuk membantunya: mereka tidak mau kebenaran diungkap,” ujar Donald Trump dalam sebuah pernyataan dengan tegas.


Lebih lanjut, Donald Trump tegas juga menyatakan bahwa Pilpres AS sama sekali belum selesai. Kehebohan ini menjadi pembicaraab para analis yang kemudian ditantang untuk menyusun sejumlah skenario yang sebelumnya tidak terpikir bakal terjadi.


Dikubu Trump, melemparkan pernyataan, "Fakta sederhananya adalah pemilu jauh dari usai," lanjut pernyataan tersebut, seraya mengindikasikan Trump akan terus menentang hasil pemilu melalui berbagai gugatan hukum dengan menuding terdapat kecurangan.


Namun, jika tidak ada peristiwa dramatis di pengadilan dalam waktu dekat dan bukti kejanggalan dalam pemilu yang dia sebut-sebut ternyata nihil, presiden baru akan mulai menjabat pada 20 Januari dan Trump harus lengser.


Uni Eropa dan Negara Islam

Ketika Proyeksi kemenangan Joe Biden dalam pemilu presiden AS disambut negara-negara Uni Eropa. Tetapi dalam beberapa hal, Eropa bisa jadi akan lebih banyak berbeda pendapat dengan Biden daripada Trump.


Contohnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berusaha keras untuk mempertahankan hubungan baik dengan Donald Trump dalam beberapa tahun terakhir, kemenangan Joe Biden seharusnya bisa membuatnya agak rileks.


Namun Macron juga mengakui masih banyak yang harus dilakukan dalam kerja sama kedua negara, "Banyak yang harus kita lakukan untuk menghadapi tantangan hari ini. Mari bekerja sama," tulis Macron dalam bahasa Prancis dan Inggris di dalam Twitter, tidak lama setelah sejumlah stasiun televisi besar asal Amerika Serikat mengumumkan proyeksi kemenangan Biden-Harris.


Sedangkan dari negara-negara islam, kemenangan Biden sudah tentu mendapat dukungan. Pasalnya, Biden akan membuka hubungan baik dengan Islam, serta membuka pintu AS untuk warga negara Islam yang tadinya di larang Trump dengan islamophobianya. DosiBre





Bagikan

Komentar & Pesan

Nama
Email *
Pesan *
Pesan dan komentar Anda tidak di publikasikan. Terimakasih.
_______________________________________          Adv
__________________________________________________ 
WAKTU SAAT INI:
Follow:
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube   
mediadata.co.id - News & Report