.









Penawaran Studi



PERKEMBANGAN PEMASARAN DAN PROSPEK
BISNIS KARTU KREDIT DI INDONESIA, 2015
(Dilengkapi Peraturan BI Terbaru Dalam Penyelenggaraan APMK Di Indonesia)
Desember, 2015

Seiring perkembangan gaya hidup (lifestyle) masyarakat kota besar yang mengikuti trend penggunaan kartu kredit di mancanegara, bisnis kartu kredit di Indonesia  kini makin marak. Pertumbuhan bisnis kartu kredit di Indonesia ini didukung iklim perbankan nasional yang kini banyak bergerak ke sektor consumer banking. Meskipun kurs rupiah dalam setahun terakhir sempat terdepresiasi akibat pengaruh ekonomi global, namun secara umum kondisi ekonomi nasional relatif stabil. Hal ini berpengaruh positif terhadap perkembangan bisnis kartu kredit di Indonesia saat ini.
Maraknya bisnis kartu kredit di Indonesia ini terlihat dari pertumbuhan jenis kartu kredit yang diterbitkan, bertambahnya jumlah kartu kredit yang beredar dan terus meningkatnya nilai transaksi kartu kredit dalam lima tahun terakhir (2011-2015). Beragamnya program menarik yang ditawarkan perusahaan penerbit sesuai kebutuhan masyarakat modern, menjadikan kartu kredit sebagai alat transaksi pengganti uang cash makin popular di Indonesia saat ini. Berbagai iklan kartu kredit yang menarik  kini banyak bertebaran di sejumlah media cetak, elektronik, maupun media on line.
Meskipun peraturan BI yg baru membatasi kepemilikan kartu kredit per 1 Januari 2015, namun hal ini ternyata tidak menghalangi pertumbuhan bisnis kartu kredit Indonesia. Seperti diketahui berdasarkan peraturan Bank Indonesia (PBI) No.14/2/PBI/2012, Bank Indonesia (BI) membatasi kepemilikan kartu kredit di Indonesia, dimana nasabah yang memiliki pendapatan di bawah Rp 10 juta hanya boleh memiliki dua kartu kredit dari dua bank penerbit. Aturan BI yang bertujuan mengurangi kredit bermasalah ini, efektif mulai berlaku per 1 Januari 2015.
Kendati demikian para pelaku bisnis kartu kredit Indonesia tetap optimis pertumbuhan kartu kredit di Indonesia tidak akan terhalang adanya peraturan BI yang baru tersebut. Hal ini karena sebagian besar bank penerbit kartu kredit banyak mencari segmen pasar baru, yaitu membidik nasabah dengan income kelas menengah ke atas yang belum memiliki kartu kredit. Dengan ditunjang berbagai promosi yang menarik, terbukti pertumbuhan kartu kredit yang beredar di Indonesia dan nilai transaksinya tetap meningkat selama tahun 2015 ini.
Berdasarkan data BI, pertumbuhan kartu kredit yang beredar di Indonesia dan nilai transaksinya terus meningkat dalam lima tahun terakhir (2011-2015).  Jika pada tahun 2011 jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia baru sebanyak 14,78 juta kartu dengan nilai transaksi Rp 182,6 triliun, maka pada 2013 jumlah kartu kredit yang beredar telah meningkat menjadi 15,09 juta kartu dengan nilai transaksi Rp 223,37 triliun. Perkembangan ini terus meningkat cukup signifikan, dimana hingga akhir 2015 jumlah kartu kredit beredar di Indonesia diprediksi mencapai sekitar 17,73 juta kartu dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp 291,4 triliun.  
Dari sisi tekhnologi, hampir seluruh bank penerbit kartu kredit di Indonesia kini telah menggunakan teknologi chip pada kartunya, sesuai Peraturan BI No.11/11/PBI/2009.  Hal ini juga telah menambah kepercayaan masyarakat untuk menggunakan fasilitas uang plastik ini. Kartu kredit berteknologi chip memiliki sejumlah keunggulan, karena didukung oleh sistem keamanan yang berlapis dan kemampuan lebih unggul dalam memproteksi data pemegang kartu dari kasus pemalsuan kartu kredit. Diperketatnya pengawasan BI untuk teknologi kartu kredit saat ini, diyakini perusahaan-perusahaan penerbit akan menjadikan bisnis kartu kredit di Indonesia makin sehat di masa mendatang.
Sejumlah bank penerbit terkemuka maupun pemegang brand kartu kredit terbesar di dunia, seperti Visa Card International dan MasterCard International, tetap bergairah dengan perkembangan pasar Indonesia, meskipun krisis ekonomi global masih mengganggu. Bank-bank penerbit tersebut cukup optimis kartu kredit saat ini telah menjadi salah satu andalan bisnis consumer banking di Indonesia, dan dapat memberikan keuntungan cukup signifikan sebagai pendapatan fee based income.
Sejumlah pemain lama di bisnis kartu kredit, baik bank asing seperti Citibank, StanChart, HSBC, dan  bank swasta nasional seperti BCA, BII, Bank Niaga, maupun bank BUMN seperti Bank Mandiri dan BNI kini terus berlomba meningkatkan pangsa pasarnya. Penetrasi pasar yang agresif bahkan dilakukan bank-bank BUMN yang kini sukses menguasai pasar kartu kredit Indonesia, seperti Bank Mandiri dan BNI. Demikian pula BRI yang kini mulai merebut pasar kartu kredit Indonesia.
Dalam tiga tahun terakhir ini (2013-2015) bisnis kartu kredit Indonesia juga makin diramaikan oleh hadirnya sejumlah pendatang baru. Dari kalangan bank swasta nasional,  hadir Bank QNB Kesawan Tbk, Bank Sinar Mas, dan Bank MNC yang menerbitkan kartu kredit baru. Sementara itu di kalangan bank syariah, BNI Syariah juga mulai terjun di bisnis kartu kredit ini. Demikian pula dari perusahaan pembiayaan, hadir PT AEON Credit Service yang turut menerbitkan kartu kredit di Indonesia. Hadirnya sejumlah pemain baru ini tentunya makin memperketat kompetisi di bisnis kartu kredit Indonesia, yang akan bersaing dengan sejumlah pemain lama di bisnis ini.
Meskipun tingkat persaingannya makin ketat, namun menurut sejumlah pengamat perbankan dan hasil analisis dari berbagai sumber data, potensi pasar  kartu kredit di Indonesia diprediksi masih terbuka luas dan prospeknya cukup cerah di masa mendatang.
    Prediksi ini didasarkan pada sejumlah faktor pendukung, diantaranya  trend gaya hidup masyarakat di kota-kota besar  yang telah menempatkan kartu kredit sebagai salah satu  lifestyle  masyarakat modern. Selain itu juga didukung potensi pertambahan jumlah masyarakat kelas menengah atas sebagai segmen potensial pasar kartu kredit, dan terus meningkatnya konsumsi rumah tangga  di kota-kota besar di Indonesia seiring membaiknya ekonomi makro nasional.
Seiring terus bertambahnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas di Indonesia, meningkatnya income percapita masyarakat, dan adanya dukungan regulasi BI untuk menciptakan iklim bisnis kartu kredit yang sehat, para pelaku bisnis nampaknya cukup optimis peluang dan potensi pasar kartu kredit di Indonesia masih terbuka luas di masa mendatang. Terlebih jika Pemerintah terus konsisten dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional.
Dalam kaitan ini, PT Media Data Riset sebagai salah satu lembaga riset independen, membuat laporan lengkap mengenai “Perkembangan Pemasaran dan Prospek Bisnis Kartu Kredit di Indonesia, 2015”.
Laporan ini sekitar 200 halaman dengan harga Rp.8.000.000 (delapan juta rupiah) per buku dalam versi bahasa Indonesia.
Demikianlah penawaran ini dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Jakarta, Desember 2015
PT Media Data Riset


Drs. Dudi Kusdian
Direktur

_____________
DAFTAR ISI


1.  PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang
1.2.    Ruang Lingkup dan Tujuan Studi
1.3.    Metodologi dan Sumber Data

2. GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN MAKRO INDONESIA
2.1.    Laju Pertumbuhan PDB  
2.1.1.    Pertumbuhan PDB Berdasarkan Lapangan Usaha
2.1.2.    Perkembangan PDB Berdasarkan Sektor Penggunaan
2.2.    Nilai Tukar Rupiah
2.3.    Suku Bunga Perbankan
2.4.    Laju Inflasi
2.5.    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
2.6. Perdagangan Luar Negeri
2.6.1. Perkembangan Ekspor
2.6.2. Perkembangan Impor          

3. PERKEMBANGAN BISNIS KARTU KREDIT DI INDONESIA
3.1.    Perkembangan Jumlah Perusahaan Penerbit di Indonesia
3.2.    Daftar Perusahaan Penerbit Kartu Kredit dan Jenis Kartu Yang Diluncurkan
3.3.    Peluncuran Kartu Kredit Baru Dalam Dua Tahun Terakhir (2014-2015)       
3.4.    Perkembangan Jumlah Kartu Kredit Yang  Beredar di Indonesia
3.4.1.     Perkembangan Bisnis Dan Pertumbuhan Jumlah Kartu Kredit Yang Diterbitkan MasterCard
3.4.2.    Perkembangan Bisnis Dan Pertumbuhan Jumlah Kartu Kredit Yang Diterbitkan Visa Card
3.4.3.    Perkembangan Bisnis Dan Pertumbuhan Jumlah Kartu Kredit Yang Diterbitkan Perusahaan Lainnya
3.4.4. Perkembangan Total Jumlah Kartu Kredit Yang Diterbitkan Di Indonesia Berdasarkan Brand-nya
3.5.    Perkembangan Nilai Transaksi Kartu Kredit Di Indonesia
3.5.1.    Perkembangan Nilai Transaksi Belanja Kartu Kredit di Indonesia
3.5.2.    Perkembangan Nilai Transaksi Tunai Kartu Kredit di Indonesia
3.5.3.    Perkembangan Nilai Transaksi Kartu Kredit MasterCard
3.5.4.    Perkembangan Nilai Transaksi Kartu  Kredit Visa Card
3.5.5.    Perkembangan Nilai Transaksi Kartu  Kredit Perusahaan Lainnya
3.5.6.    Perkembangan Total Nilai Transaksi Kartu  Kredit Di Indonesia Berdasarkan Brand-nya
3.6.    Perkembangan Jumlah Merchant Kartu Kredit Di Indonesia

4.    PROFILE PRODUK DAN FITUR DI INDUSTRI KARTU KREDIT  INDONESIA
4.1.    Profile Produk & Fitur Sejumlah Bank Asing Penerbit Kartu Kredit
4.1.1.    Citibank
4.1.2.    Hongkong & Shanghai Bank Corporation (HSBC)
4.1.3.    Standard Chartered Bank (StanCart Bank)
4.1.4.    Industrial & Commmercial Bank Of China (ICBC)
4.2.    Profile Produk & Fitur Bank Campuran Penerbit Kartu Kredit
4.2.1.    ANZ Bank
4.3.    Profile Produk & Fitur Bank Swasta Nasional Penerbit Kartu Kredit
4.3.1.    Bank Central Asia (BCA), Tbk.
4.3.2.    Bank International Indonesia (BII), Tbk.
4.3.3.    Bank CIMB NIAGA, Tbk.
4.3.4.    Bank Danamon, Tbk.
4.3.5.    Bank Permata, Tbk.
4.3.6.    Bank Mega, Tbk.
4.3.8.    Bank UOB Buana, Tbk.
4.3.9.    Bank Bukopin, Tbk.
4.3.10.    Bank Panin, Tbk.
4.3.11.    Bank OCBC NISP, Tbk
4.3.12.    Bank Sinar Mas
4.3.13.    Bank QNB Kesawan
4.3.14.    Bank MNC
4.4.    Profile Produk & Fitur Bank BUMN Penerbit Kartu Kredit
4.4.1.    Bank Negara Indonesia (BNI), Tbk.
4.4.2.    Bank Mandiri, Tbk.
4.4.3.    Bank Rakyat Indonesia (BRI), Tbk.
4.5.    Profile Produk & Fitur Bank Syariah Penerbit Kartu Kredit
4.5.1.    Bank BNI Syariah
4.6.    Profile Produk & Fitur Perusahaan Pembiayaan Penerbit Kartu Kredit
4.6.1.    AEON Credit Services Indonesia
                        
5.    STRATEGI PRICING & PERSAINGAN SUKU BUNGA PERUSAHAAN PENERBIT KARTU KREDIT DI INDONESIA
5.1.    Ditinjau Dari Tingkat Suku Bunga Kartu Kredit
5.2.    Ditinjau Dari Persyaratan Penghasilan Minimum dan Jumlah Iuran Tahunan
5.3.    Ditinjau Dari Pembayaran Minimum Dan Denda Keterlambatan
  
6.    PERATURAN-PERATURAN DALAM PENYELENGGARAAN BISNIS KARTU KREDIT DI INDONESIA
6.1.    Penjelasan Bank Indonesia Mengenai Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu Kredit
6.2.    Tata Cara Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu Kredit
6.3.    Prinsip Perlindungan Nasabah dan Peningkatan Keamanan Dalam Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu Kredit   
6.4.    Pengawasan Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu Kredit
   
7.    PROSPEK PEMASARAN KARTU KREDIT  DI INDONESIA SERTA PROYEKSI JUMLAH KARTU KREDIT BEREDAR DAN NILAI TRANSAKSI
7.1.    Jumlah Penduduk di Jabotabek dan 10 Kota Besar Lainnya di Indonesia
7.2.    Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Indonesia Berdasarkan Kelompok Ekonomi
7.3.    Prospek Bisnis Kartu Kredit di Indonesia Dan Proyeksi Jumlah Kartu Kredit Beredar dan Nilai Transaksi
7.3.1.    Proyeksi Jumlah Kartu Kredit Yang Beredar Di Indonesia
7.3.2.    Proyeksi Nilai Transaksi Kartu Kredit Di Indonesia
7.3.3.    Prospek Bisnis dan Pemasaran Kartu Kredit di Indonesia

8.    KESIMPULAN
8.1.    Perkembangan Bisnis Kartu Kredit di Indonesia, Tumbuh Signifikan
8.2.    MasterCard dan Visa Card terus Memimpin Pasar Kartu Kredit Indonesia
8.3.    Persaingan Pasar Kartu Kredit Indonesia Makin Ketat
8.4.    Prospek Bisnis Kartu Kredit Cukup Cerah, Peluang Pasar Indonesia Masih Terbuka Lebar

9.    DIREKTORI PERUSAHAAN PENERBIT KARTU KREDIT DI INDONESIA

Follow:
0๐Ÿ’ฌ


Facebook  Twitter  Instagram  Youtube



Untuk Pemesanan Klik WA:✔
Chat Whatsapp