.









Travel 'Menggeliat Dalam Arus Corona

Membangun Persepsi


Wabah Corona menjadi kasus yang menyita perhatian dunia dalam beberapa waktu terakhir ini. Penyebaran coronavirus yang berawal dari kota Wuhan di Cina  mengancam ekonomi di berbagai negara. Hal itu dikarenakan lumpuh atau melambatnya perkembangan sejumlah sektor karena merebaknya coronavirus.

Jelas hal ini tidak hanya berdampak dari sisi teknologi dan perdagangan saja. corona ini juga memengaruhi dan menjadi ancaman bagi dunia pariwisata. Para pengusaha di bidang pariwisata pada akhirnya harus mencari cara untuk memastikan pasar mereka tidak lesu dalam situasi seperti ini.

Hal ini membuat perusahaan agen travel menjadi salah satu pihak yang merugi imbas virus corona yang makin meluas. Pasalnya, masyarakat mulai mengurangi keinginan berpergian karena kekhawatiran tertular corona.

"Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga. Tadinya kami masih mengharapkan menjual destinasi-destinasi lain di luar China, tapi ternyata semakin hari semakin meluas ke mana-mana," ungkap Sekjen Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno, medio Rabu (3/3), terkutip detikcom.

Untuk itu Pauline menyebut hal itu membuat rugi agen travel karena hingga kini minat orang berpergian semakin turun. Akibatnya penurunan penjualan paket wisata pun ikut merosot.

Berbagaicara dilakukan untuk membangkitkan geliat travel. Salah satu yang berusaha meminimalisir dampak yang dihadapi pada bisnis pariwisata mereka, PT Panorama Sentrawisata, Tbk., menggunakan cara pemetaan tantangan dan peluang. Walau, meski tidak secara langsung mendapatkan dampak dari wabah coronavirus, Panorama yang tidak menargetkan Cina sebagai sourcemarket harus menhadapi persepsi pasar.

“Bagaimanapun pariwisata ini dipengaruhi persepsi, maka kita sebaiknya membangun persepsi positif bahwa Indonesia tetap sebagai destinasi yang aman dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar AB Sadewa, VP Brand & Communications Panorama, seperti terkutip di marketeers.com.

Salah satu cara, Panorama aktif memberikan kabar terbaru kepada para mitranya di negara-negara yang menjadi sourcemarket mereka mengenai perkembangan positif pariwisata Indonesia. Startegi tersebut merupakan upaya yang dilakukan pada pilar bisnis inbound (penanganan wisman) mereka.

Saat ini beberapa travel kelas menengah dan bawah juga, dalam hal ini sudah berinisiatip untuk tetap menggerakan pasar dengan berbagai upaya. Salah satunya adalah melakukan membangun promo dan persepsi tentang corona dengan perkembangan positip, dalam arti, diharapkan akan mereda cepat kedepannya.

Nyatanya memang persepsi yang dibangun masif saat ini (corona) sangat mempengaruhi, walau ada sedikit perkembangan positif bila tetap optimis ke depannya. (Ds/bbs)










Follow:



Facebook  Twitter  Instagram  Youtube