Penawaran
PROFIL PERUSAHAAN ALAT BERAT DI INDONESIA, 2014
Januari, 2014

Prospek bisnis di sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan dan konstruksi yang cukup cerah di masa mendatang, hal ini akan masih mendorong industri alat berat nasional untuk memacu produksinya. Pada 2009, produksi alat berat tercatat sebanyak 1.814 unit. Pada 2010, produksi alat berat naik cukup signifikan menjadi 4.691 unit atau tumbuh sekitar 158,6%. Kemudian pada 2011 produksi alat berat mencapai 7.353 unit atau naik 56,7% dari tahun sebelumnya. Meski produksi alat berat nasional tahun 2013 turun 22,9% menjadi 6.127, namun, dalam lima tahun terakhir produksi alat berat rata-rata masih meningkat sekitar 40,1% per tahun.
Hampir semua agen tunggal dan distributor alat berat di Indonesia berhasil meningkatkan penjualannya. Yang paling spektakuler adalah PT United Tractors, anak usaha Astra Group ini pada 2011 berhasil menjual 8.467 unit atau menguasai pangsa pasar 42,4% dibanding 2009 yang hanya 3.111 unit. Sementara itu, PT Hexindo Adiperkasa meraih kontrak penjualan alat berat senilai US$200 juta dari beberapa perusahaan tambang dan perkebunan, sedangkan PT Intraco Penta telah menggandeng perusahaan terkemuka China yaitu Shinotruck. Langkah ini menjadikan INTA sebagai total provider solution dalam bisnis alat berat. Bahkan Caterpilar Inc, produsen alat berat Amerika Serikat akan melipatgandakan kapasitasnya menjadi 2400 unit per tahun.
Tingginya permintaan alat berat di dalam negeri, ternyata menarik minat investor asal China dan Korea Selatan. Sany Group melalui Sany Heavy industri Co, Ltd. (China) menggandeng PT Jimac Perkasa untuk mendirikan pabrik alat berat senilai Rp1,72 triliun. Sany Group akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi alat berat untuk memenuhi pasar Asean, Jepang dan Austrlia. Sebelumnya, Sumitomo Construction Machinery, pabrik perakitan excavator sudah beroperasi sejak September 2011. Bahkan, pada 2013 produsen alat berat merek “Sumitomo” ini akan menambah kapasitasnya dari 1.000 menjadi 2.000 unit per tahun.
Belakangan, naiknya permintaan alat berat dipicu oleh berkembangnya tambang kecil, sehingga pasar alat berat mulai bergeser. Sebelumnya pemakai korporat menguasai pasar lebih dari 80%, kini perannya mulai turun menjadi sekitar 60-70%. Sementara perusahaan rental juga mulai berkembang dari rental skala besar sampai skala kecil dan menengah. Sektor pertambangan masih merupakan pemakai terbesar. Pada 2011, segmen ini  menyerap sekitar 61% atau sebanyak 12.186 unit. Diikuti sektor perkebunan 3.796 unit (19,0%), konstruksi 2.197 unit (11,0%), dan kehutanan 1.798 unit (9,0%)
Secara keseluruhan, laporan ini merangkum data profil perusahaan yang terkait dengan industri alat berat. Sehingga diharapkan akan berguna bagi para pemain, terutama bagi para pengambil keputusan, baik yang terkait langsung dengan sektor industri alat berat, maupun sektor industri terkait lainnya seperti perbankan, supplier dan investor.   
Laporan yang disusun setebal 380 halaman ini, kami tawarkan dengan harga Rp. 4.500.000 (empat juta lima ratus ribu rupiah) per-copy dalam edisi bahasa Indonesia. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi PT Media Data Riset melalui Telp/Fax (021) 809-6071, atau dengan mengunjungi website www.mediadata.co.id. Formulir pemesanan kami lampirkan bersama penawaran ini.
Demikian penawaran ini kami sampaikan dan atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, Januari 2014

PT Media Data Riset



Drs. Dudi Kusdian
Direktur



___________


DAFTAR ISI




1.    PENDAHULUAN
2.    INDUSTRI ALAT BERAT DI INDONESIA
2.1.    Kinerja Industri Alat Berat
2.1.1.    Produksi alat berat
2.1.2.    Nilai produksi
2.1.3.    Produksi menurut jenis
2.1.4.    2016 produksi diperkirakan 13.979 unit
2.1.5.     Market size
2.1.6.    Kebutuhan alat berat menurut sektor
2.1.7.    Proyeksi permintaan
2.2.    Penjualan Alat Berat
2.2.1.    Penjualan tumbuh 30,1% per tahun
2.2.2.    Penjualan menurut distributor
2.2.3.    Penjualan menurut sektor
2.2.4.    Target penjualan distributor
2.2.5.    Pangsa pasar menurut distributor
2.3.    Ekspor Impor
2.3.1.    Impor menurut jenis
2.3.2.    Impor menurut negara asal
2.3.3.    Ekspor alat berat
2.3.4.    Ekspor menurut jenis
2.3.5.    Ekspor menurut negara tujuan
2.4.    Investasi dan Perluasan
2.5.    Pembiayaan Alat Berat
2.5.1.    Nilai pembiayaan alat berat
2.6.    Prospek dan Kesimpulan
2.6.1.    Prospek
2.6.2.    Kesimpulan


_________

3.    PROFIL PERUSAHAAN
1.    Airindo Sakti, PT
2.    Altrak 1978, PT
3.    Bandar Indah Permata, PT
4.    Berca Mandiri Perkasa, PT
5.    Berkat Anugerah Raya, PT
6.    Berlian Cranserco Indonesia, PT
7.    Bina Pertiwi, PT
8.    Buana Baru Jaya, PT
9.    Caterpillar Indonesia, PT
10.    Cipaganti Heavy Equipment, PT
11.    Citra Manggala Karya Mandiri, PT
12.    Coates Hire Indonesia, PT
13.    Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia, PT
14.    Dian Laksana Karya, PT
15.    Dwijayatek Adigemilang, PT
16.    Essi Perkasa Utama, PT
17.    Foresta Transtek, PT
18.    Forkindo Intipratama, PT
19.    Gaya Makmur Tractors, PT
20.    Global Tracsindo Nusantara, PT
21.    Haseda Remindo, PT
22.    Hasta International Machinery, PT
23.    Hexindo Adiperkasa Tbk, PT
24.    Hitachi Construction Machinery Indonesia, PT
25.    IHI Corporation
26.    Indotara Persada, PT
27.    Intraco Penta Tbk, PT
28.    Jakarta Prima Cranes, PT
29.    Jaya Mimika Lestari, PT
30.    Jimac Perkasa, PT
31.    Kaltim Multi Traktor, PT
32.    Katsushiro Indonesia, PT
33.    Kawamura Indah, PT
34.    Kharisma Citatunggal, PT
35.    Kito Indonesia, PT
36.    Kobexindo Tractors Tbk, PT
37.    Komatsu Indonesia, PT
38.    Komatsu Patria Attachment, PT
39.    Komatsu Undercarriage Indonesia, PT
40.    Konecranes Indonesia, PT
41.    Lambda Indoperkasa, PT
42.    Lancarjaya Mandiri Abadi, PT
43.    Lemo Tatagraha Mas, PT
44.    Lobunta Kencana Raya, PT
45.    Menara Megah, PT
46.    Mitra Citrajasa Konstruksi, PT
47.    Mitra Traktor Cakrabuana, PT
48.    Mitsubishi Heavy Industries, Ltd.
49.    Multi Guna Equipment, PT
50.    Multi Power Aditama, PT
51.    Multicrane Perkasa, PT
52.    Oscarmas, PT
53.    Petrolog Indah, PT
54.    Potaindo Machinery, PT
55.    Probesco Disatama, PT
56.    Rental Perkasa, PT
57.    Ricobana Abadi, PT
58.    Roda Mas Crane, PT
59.    Sira Equipment Indonesia, PT
60.    Stahlindo Perkasa, PT
61.    Sumber Makmur Abadijaya, PT
62.    Sumber Mesin Raya, PT
63.    Sumitomo S.H.I. Construction Machinery Indonesia, PT
64.    Superkrane Mitra Utama, PT
65.    Swadaya Graha, PT
66.    Swadaya Traktor Adiperkasa, PT
67.    Tatindo Heavyequipment, PT
68.    Tatseng Indoperkasa, PT
69.    Technocranes International, PT
70.    Terra Factor Indonesia, PT
71.    Thonnindo Isiarta Konstruksi, PT
72.    Thonnindo Isiarta Traktor, PT
73.    Tradisa Mulia, PT
74.    Trakindo Utama, PT
75.    Traktor Nusantara, PT
76.    Ulima Nitra, PT
77.    Unggul Equipindo Sarana, PT
78.    Unimas Indotimur, PT
79.    United Tractors Tbk, PT
80.    United Tractors Pandu Engineering, PT
81.    Uniteda Arkato, PT
82.    Waspada Karsa, PT
83.    Wira Derekindo, PT
84.    Wirana Jayatama Abadi, PT



Open Navigation Menu

Penawaran Study Bataringan
PT Media Data Riset ◽BERSAMA MEMBANGUN NEGERI




    •  🔴