KAJIAN INDUSTRI BAJA FABRIKASI, 2020

(Baja Tower Seluler, Tower Transmisi Line, Steel Bridge Deck, Galvanizing Corrugated Steel, Guardrail Steel dan Bahan Baku CRC Steel)


Fokus pemerintah untuk penanggulangan COVID 19 telah menggerus alokasi pembiayaan proyek infrastruktur baik dari Kementerian PUPR maupun pemerintah daerah hingga proyek dari dana desa di seluruh wilayah terdampak. Pengalihan dan penundaan dana proyek infrastruktur itu berdampak menurunnya penyerapan pasar baja di dalam negeri. 

Karena itu, prognosa Mediadata untuk produksi  Baja Fabrikasi tahun 2020 rata-rata produk baja tersebut mengalami penurunan 3 sampai 5%, setelah  pada tahun-tahun sebelumnya mengalami peningkatan yang cukup -- misalnya produksi Steel Bridge Deck pada periode tahun 2015-2019 tumbuh sekitar 3,0% per tahun dari produksi 672.000 ton tahun 2015 menjadi 756.000 ton pada 2019. Hal  ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur di dalam negeri sebelum terjadi Pandemi Covid-19.

Begitu juga pertumbuhan rata-rata produksi Baja Tower Seluler periode tahun 2015-2019 masih cukup besar yaitu 7,1% per tahun dari produksi 260.000 ton tahun 2015 menjadi 340.000 ton pada 2019. Bahkan berbeda dengan produk baja lainnya, akibat pandemi Covid 19 ini justru pembangunan Tower Seluler mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini didorong oleh meningkatnya penggunaan trafik data internet di dalam dan luar negeri.

Tidak jauh bebeda, juga terjadi pertumbuhan signifikan pada Baja Tower Transmisi yang pada periode tahun 2015-2019 tumbuh berkisar 7,9% per tahun dari produksi 168.000 ton tahun 2015 menjadi 228.000 ton pada 2019. Peningkatan produksi tower transmisi sejalan dengan progres pembangunan ketenagalistrikan 35.000 MW. Dimana Proyek transmisi PLN berkontribusi sekitar 90% lebih dari total pasar, sedangkan sisanya sekitar 10% dari luar proyek PLN. Pada tahun 2015, total pasar dari proyek transmisi PLN mencapai 151.456 ton meningkat menjadi 205.620 ton pada 2019. 

Untuk produk Baja Fabrikasi lainnya, selama 2015-2019 pertumbuhan produksi rata-rata Corrugated Steel Pipe  mencapai 5% per tahun, dengan peningkatan pertumbuhan produksi terbesar 8,1% pada 2017 yang didorong oleh prioritas pemerintah dalam pembangunan keproyekkan infrastruktur. Namun akibat pengalihan dan penundaan pagu dana proyek infrastruktur untuk pengggulangan pandemi Covid 19, maka pada 2020 Mediadata mempronogsa terjadi penurunan pasar baja Corrugated Steel Pipe sekitar minus 3% dari tahun sebelumnya 100.685 ton menjadi 97.660.

Produk Baja Guard Rail selama 2015-2019, produksinya  rata-rata per tahun tumbuh sekitarr 3.3%. Adapun peningkatan produksi guardrail terbesar  5,1% pada tahun 2017 lal, bahkan konsumsi guardrail terbesar mencapai 7,4% pada tahun itu menjadi sebesar 138.743 ton. Hal ini didorong oleh mulainya pembangunan jalan tol di luar Jawa (Trans Sumatera). Selain diproduksi diproduksi di dalam negeri, produk baja ini juga diimpor di antaranya dipasok oleh PT Hakaaston dan PT Adaf Konstruksi Indonesia.

Tumbuhnya  Industri Baja Fabrikasi di dalam negeri memberikan dampak terjadinya peningkatan fasilitas kapasitas produksi industri galvanizing. Bahkan perusahaan galvanizing yang tergolong besar pun seperti PT Bukaka Teknik Utama, PT Bakrie Metal Industri dan PT Wijaya Konstruksi (Wikon), melakukan produksi maklon di beberapa perusahaan baja yang terintegrasi dengan fasilitas  industri galvanizingnya. Adapun produk baja galvanizing yang tergolong besar adalah Steel Bridge Decks, iikuti Steel Bridge Structure dan Tower Seluler, masing-masing sebesar 756.000 ton, 696.303 ton dan 340.000 ton pada 2019. Maka selama 2015-2019, pertumbuhan rata-rata produksi Baja Galvanizing mencapai 11,5% per tahun, yaitu dari 1,89 juta ton pada 2015 menjadi 2,27 juta ton pada 2019. 

Mengingat pertumbuhan produksi Baja Fabrikasi yang cukup signifikan setiap tahunnya, maka selama   periode 2015-2019), kapasitas produksi baja galvanizing tumbuh sebesar 3,08 juta ton per tahun, dengan utility mengalami peningkatan dari 61,5% pada 2015 menjadi 73,9% pada 2019. Diperhitungkan periode tahun 2021-2024 mendatang produksi Baja Fabrikasi umumnya masih mengalami pertumbuhan yang cukup berarti, sehingga pada beberapa tahun mendatang pemanfaatan kapasitas terpasangnya ada yang sudah maksimal. 

Untuk itu, Mediadata mengkaji kinerja industri Baja Fabrikasi secara rinci berdasarkan data kapasitas produksi setiap produk jenis baja dan para pemainnya, perkembangan produksi selama 5 tahun, perkembangan  ekspor dan impor hingga konsumsinya dalam periode lima tahun tersebut. Tentunya, Mediadata pun  melakukan proyeksi konsumsi setiap produk Baja Fabrikasi itu dalam periode lima tahun mendatang, hingga rekomendasi yang diberikan sebagai bahan acuan referensi bagi semua stake holder terkait.

Kajian Industri Baja Fabrikasi, 2020 (Baja Tower Seluler, Tower Transmisi Line, Steel Bridge Deck, GalvanizingCorrugated Steel, Guardrail Steel dan Bahan Baku CRC Steel) ini, kami sajikan dalam bentuk Power Point dan kami tawarkan soft copynya seharga Rp 3.000.000. Untuk yang berminat langsung kontak WA Edu: (klik) 0812 1060 6000 atau email: mediadatariset@yahoo.com.  


Contoh: Tabel Pemain di sektor Industri Baja Tower Seluler, 2020 



Bagikan

Komentar & Pesan

Nama
Email *
Pesan *
Pesan dan komentar Anda tidak di publikasikan. Terimakasih.
WAKTU SAAT INI:
Follow:
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube   
mediadata.co.id - News & Report